Kamis, 20 September 2012

ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN DASAR RASA AMAN


Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………….........................1
Daftar Isi……………………………………………………......................………2
Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang……………………………………...................................….....3
B. Tujuan Penulisan…………………………………………….........................…3
C. Ruang Lingkup……………………………………………............……….......3
D. Metode Penulisan……………………………………………...................…....4
E. Sistematika Penulisan…………………………………….................................4
Bab II
Teori
A. Pengertian Keamanan ……………………………………………………..….5
B. Keamanan Lingkungan……………………………..........................................5
C. Lingkungan yang Aman…………………………….....................................5
D. Asuhan Keperawatan Teori…………………………...................................7
E. Kasus............................................................................................................12
F. Proses Keperawatan yang Dilakukan Terhadap Kasus................................16
Bab III
Penutup
A.Kesimpulan……………………………………………...……………............22
B.Saran……………………………………………………………….....…........23
Daftar Pustaka……………………………………………………………..........23









BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Ada banyak permasalahan yang berhubungan dengan kebutuhan pemenuhan rasa aman, dimulai dari usia bayi, toddler, prasekolah, sekolah, remaja, dewasa dan lansia.
Kebutuhan rasa aman yaitu suatu keadaan bebas dari segala fisik dan psikologis merupakan salah satu KDM yang harus dipenuhi, serta dipengaruhi dengan factor lingkungan, Karena lingkungan yang aman akan secara otomatis kebetuhan dasar manusia terpenuhi.
Seringkali terjadi hal kelainan terhadap klien yang berusia lanjut atau lansia dikarenakan kurangnya perhatian terhadap klien. Untuk itu sebagai perawat membri ASKEP (Asuhan Keperawatan) kmepada klien yang mengalami gangguan kebutuhan rasa aman haruslah  bener-bener diperhatikan agar kebutuhan klien terpenuhi.

B.   Tujuan Penulisan

1.   Tujuan Umum      :          
Agar setiap mahasiswa dapat memahami, menjelaskan pemenuhan kebutuhan rasa aman.
2.   Tujuan Khusus     :
1.Diharapkan mahasiswa/I dapat mengerti dan menambah pengetahuan tentang “Askep pada Klien Pemenuhan Kebutuhan Rasa Nyaman”.
2.Sebagai pemenuhan tugas KDM II (Kebutuhan Dasar Manusia)

C.   Ruang Lingkup Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis membatasi pada “Askep pada Klien Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman”.
D.   Metode Penulisan
Metode ini menggunakan metode observasi, dimana penulis mendapatkan data dan informasi melalui sumber buku.

E.   Sistematika Penulisan
Bab I Pendahuluan terdiri dari           :
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan Penulisan
C.     Ruang Lingkup Penulisan
D.    Metode Penulisan
E.     Sistematika Penulisan
Bab II Teori terdiri dari          :
                  A.   Pengertian Keamanan      
B.   Keamanan Lingkungan
C.   Lingkungan yang Aman
D.  Asuhan Keperawatan
E.   Kasus
F.   Proses Keperawatan yang Dilakukan Terhadap Kasus
Bab III Penutup terdiri dari    :
A. Kesimpulan
B. Saran














BAB II
TEORI

A.   Pengertian Keamanan
          Keamanan adalah suatu keadaan bebas dari cidera fisik dan psikologis merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Lingkungan pelayanan kesehatan dan komunitas yang aman merupakan hal penting untuk kelangsungan hidup klien. Perawat harus mengkaji bahaya yang mengancam  keamanan dan lingkunagn selanjutnya melakukan intervensi.
Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan dasar dan hierarkinya berada di bawah kebutuhan untuk mengetahui dan memahami.
Pentingnya teori kebutuhan maslow dalam kesehatan terletak pada hubungan antara kebutuhan dasar dan kebutuhan tumbuh. Jelas bahwa manusia yang kebutuhan dasarnya seperti rasa aman dan rasa dicintai tidak terpenuhi akan memiliki energi psikologis yang kecil yang dapat dikerahkan untuk memelihara kesehatannya.
              
B.   Keamanan Lingkungan
              Lingkungan klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien. Lingkungan ini mengabungkan seluruh tempat terjadinya interaksi antara perawat dan klien, misalnya:
1.      Rumah
2.      Pusat Komunitas
3.      Klinik, Rumah sakit, dsb
Jika lingkungan aman, maka :
1.            Mengurangi insiden terjadinya penyakit dan cidera
2.            Memperpendek lamanya perawatan di rumah sakit
3.            Meningkatkan kesejahteraan klien

C.   Lingkungan yang Aman
1. Kebutuhan dasar terpenuhi
Kebutuhan fisiologis yang mempengaruhi seseorang :
          Oksigen, waspada dengan Co yang akan mengurangi oksigen  keseluruh tubuh
          Kelembaban,  jika terjadi iritasi akan mempengaruhi
          Nutrisi, penyimpanan makanan yang tidak tepat yang akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi dan keracunan makanan
          Suhu, suhu exstrem akan mempangaruhi kenyaman dan keamanan
2.     Pengurangan bahaya fisik
Bahaya fisik yang ada di komunitas dan tempat pelayanan kesehatan akan menyebabkan klien beresiko mengalami cidera.
Beberapa penyebab kematian :
          Kecelakaan kendaraan bermltor
          Kecelakaan akibat jatuh, lebih dari 40% lansia mengalami jatuh
          Keracunan
          Tenggelam
          Kebakaran dan luka bakar
3.     Pengurangan Transmisi Patogen
Membudayakan cuci tangan,  melakukan imunisasi untuk menambah resistensi terhadap penyakit infeksi, menggunakan standard kewaspadaan saat memberikan Asuhan Keperawatan kepada pasien, khususnya kepada pasien yang menderita penyakit menular.

4.     Sanitasi
Yaitu pengelolaan lingkungan  sekitar terhadap kebersihan .ada sanitasi lingkungan dan sanitasi di lingkup rumah sakit seperti pengelolaan air limbah,penyediaan air bersih pasiltas pembuangan sampah dan lain – lain.
5.     Pengontrolan Polusi
Dilakukan untuk mengurangi polusi adapun macam-macam polusi antaralain yaitu:
a.       polusi udara ,berhubungan dengan meningkatnya resiko  pada system pernapasan
b.      polusi tanah,pembuangan sampah yang tidak tepat
c.       polusi air,dari industri
d.      polusi suara kehilangan pendengaran suara akibat bunyi yang terlalu keras akan menyebabkan suatu cidera yang irreversible (tidak dapat kembali lagi).

D.  Asuhan Keperawatan Teori

              1. Pengkajian
a. komunitas
                         Ancaman keamanan di pangaruhi oleh :
1. Tahap perkembangan
ü  Bayi ,toddler dan prasekolah
ü  Anak usia sekolah
ü  Remaja
ü  Orang dewasa
ü  Lansia
2.   Gaya hidup
ü  Pengemudi/menjalankan mesin
ü  Minum-minuman berakohol dsb

3.   Mobilisasi
ü  Perubahan mobilisasi akibat kelemahan, kelumpuhan atau koordinasi yang tidak seimbang
ü  Menyebabkan perbatasan mobilisasi dan kemandirian lebih lanjut.
4. Perubahan Sensorik
Klien yang mengalami gangguan visual, pendengaran atau komunikasi sehingga klien tidak mampu merasakan bahaya yang mungkin terjadi. Kesadaran Terhadap Keamanan yaitu dengan :
-          Penyimpanan obat-obatan yang tidak terjangkau anak-anak
-          Membaca tanggal kadaluarsa

b.   Lembaga Layanan kesehatan
   Jenis resiko terhadap keamanan klien antara lain :
● Jatuh
o  Merupakan jenis kecelakaan yang sering terjadi di rumah sakit
o  Lebih sering terjadi pada lansia
● Kecelakaan yang disebabkan klien
- Luka atau luka bakar
- Cedera
- Jari terjepit pintu
- Melukai diri, dsb
Kecelakaan yang disebabkan prosedur
-Keselahan pemberian obat atau cairan
- Saat melakukan ganti balutan
- Saat memindahkan pasien
Kecelakaan yang disebabkan pengguna alat
- Alat yang digunakan rusak dan salah penggunaan alat
2. Diagnosa
a.   Resiko cedera berhubungan dengan
      - Perubahan mobilisasi
      - Penataan lingkungan fisik
b.   Resiko keracunan berhubungan dengan
      - Kontaminasi zat kimia pada makanan atau air
- Penyimpanan obat-obatan yang mudah dijangkau anak
      - Penurunan penglihatan
c.  Resiko asfiksa berhubungan dengan
-    Penurunan kemampuan motorik
-    Bantal yang terletak diatas tempat tidur bayi
d. Perubahan menejemen pemeliharaan rumah berhubungan dengan
-    Keuangan yang tidak memadai
-    Perubahan fase kognitif
e.       Resiko perubahan suhu tubuh berhubungan dengan paparan terhadap suhu lingkungan yang ekstrim.
f.        Defisit pengetahuan

3. Perencanaan
a.Perawat merencanakan intervensi terapeutik untuk klien dengan      resiko tinggi atau akyual mengalami gangguan keamanan
b.Tujuan adalah klien terbatas dari cidera
c.            Intervensi keperawatan untuk meningkatkan keamanan :
        Bayi , todler
1.      Gunakan mainan besar dan lunak
2.      Jangan meninggalkan tempat tidur bahaya dalam sisinya terbuka
3.      Gendong bayi saat memberi makan, jangan menyangga bola susu dan apapun  
4.      Hindarkan rumah dari benda-benda kecil, tajam atau zat beracun
5.      Tutup stop kontak listrik
6.      Jauhkan kantong plastik dari jangkauan anak-anak, dsb
        Anak usia sekolah
1.      Ajarkan anak mengendarai sepeda yang aman dan tanggung jawab
2.      Jangan biarkan anak-anak menjalankan listrik sendirian
        Remaja
1.      Beri info tentang penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
2.      Beri pendidikan tentang sex
        Dewasa
1.      Latihan management stress
        Lansia
1.      Bantu klien menilai bahaya dalam rumah
2.      Anjurkan klien untuk memeriksa penglihatan dan pendengaran secara teratur.
d. Tindakan Pencegahan Jatuh di layanan kesehatan
-    Jelaskan penggunaan bel pemanggil
-    Kaji resiko klien untuk jatuh dan observasi klien secara teratur
-    Tempatkan klien yang beresiko jatuh pada ruangan yang dekat dengan perawat
-    Instruksikan klien dan keluarga untuk bantuan bila klien dalam bahaya
-    Jawablah panggilan bel dengan cepat
-    Jaga agar tempat tidur klien tetep aman dengan sisi pembatas terpasang, dan kunci seluruh tempat tidur, kursi roda, dan blankar
-    Simpan barang-barang yang dibutuhkan pasien dalam jangkauan
-    Anjurkan keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan klien



4.    Implementasi
a. Mencakup intervensi yang sepesifik untuk mengurangi resiko pada setiap kelompok perkembangan usia.
b. Intervensi lingkungan untuk memodifikasi lingkungan, sehingga dapat meneliminasi atau meminimalkan bahaya yang ada.

5.   Evaluasi
a. Hasil yang diharapkan meliputi lingkungan fisik yang aman
b.Pengetahuan klien bertambah tentang faktor-faktor yang menunjukan keamanan dan tindakan pencegahan
c. Klien terbebas dari cidera.


E. Kasus

Lembar Pengkajian

Tgl Masuk       : 12 April 2011
Jam Masuk      : 09.00 WIB
Ruangan          :  C
Rumah Sakit   :  RS A

I.          Identitas Biografi
            N a m a                        :  Tn. S
            Nama Panggilan          :  S
            Jenis Kelamin              :  66 tahun
            Status                          :  Menikah
            Pekerjaan                     :  Swasta
            Suku Bangsa               :  Jawa
            Alamat                                    :  Jakarta
            Diagnosa Medis          :  Retensi Urine

II.        Alasan Masuk / Keluhan Utama
-       Tidak bisa BAK
III.       Riwayat Penyakit saat ini
-       1 hari SBMS BAK sedikit 3x
-       Hari SMRS sudah tidak bisa BAK sama sekali
-       Nyeri pada perut tengah bawah
IV.       Riwayat Kesehatan yang lalu
-       Penyakit Dahulu              : 
1)      Riwayat Op hernia
2)      Riwayat Prostat
-       Dirawat di Rumah Sakit :  Operasi
-       Alergi                                :  -
V.        Riwayat Keluarga
            a.         Susunan Keluarga
 




Keterangan     :
                                    :  Ayah
:  Ibu
:  Anak laki-laki
                                    :  Anak perempuan
b.         Penyakit yang pernah diderita
                        1.         Orang Tua                               :    Tidak Ada
                        2.         Saudara Kandung                   :    Tidak Ada
                        3.         Istri / Suami                             :    Tidak Ada
                        4.         Anak                                       :    Tidak ada
            c.         Penyakit yang sedang diderita
1.         Orang Tua                               :    Tidak Ada
                        2.         Saudara Kandung                   :    Tidak Ada
                        3.         Istri / Suami                             :    Tidak Ada
                        4.         Anak                                       :    Tidak ada

VI.       Riwayat Kesehatan Lingkungan
            a.         Kebersihan                                          :  Bersih
            b.         Polusi                                                  :  Ada, dekat  jalan raya
            c.         Kemungkuninan Bahaya                     :  Ada

VII.     Keadaan Psikososial
            a.         Suasana hati/mood                              :  Biasa-biasa saja
            b.         Karakter                                              :  Baik
            c.         Perkembangan mental                         :  Sesuai usia (66 th)
            d.         Daya konsentrasi                                 :  Baik, tetapi kadang pelupa
            e.         Hubungan dengan anggota keluarga  :  Harmonis
            f.          Kepekaan terhadap lingkungan          :  Baik mudah bergaul

VIII.    Kebutuhan Dasar
a.                  Nutrisi :
1)      Nafsu Makan                                :  Baik
2)      Pola makan                                    :  3x sehari
3)      Keluhan saat ini                            :  Tidak ada

b.                  Tidur
1)      Pola tidur                                      :  Malam
2)      Keluhan saat ini                            :  Tidak bisa tidur, gelisah

c.                   Pola kebersihan diri
1)      Masalah Usus Besar (BAB)          :  Waktu pagi, 1x sehari rutin
2)      Masalah Berkemih (BAK)            :  -  Sulit berkemih, 3x sehari
   -  Retensi Urine
IX.       Pemeriksaan Fisik
            a.         -  Tinggi Badan/Panjang                     :  167 cm
                        -  Berat badan                                     :    65 kg
b.         Tanda Vital                                          :  Sh 36 C, N 88 x/mnt, TD 150/100 mmhg, R 20
c.         Kesadaran                                            :  Composmentis
d.         Kepala                                                  :  Normal
e.         Rambut                                                 :  Normal, Hitam
f.          Mata                                                     :  Normal
g.         Hidung                                                 :  Normal
h.         Gigi                                                      :  Normal
i.          Telinga                                                  :  Normal
j.          Dada                                                     :  Normal
k.         Abdomen                                             :  Normal, namun nyeri pada perut bagian tengah bawah skala nyeri:6
l.          Pernafasan                                            :  Normal
m.        Sirkulasi                                                :  Normal
n.         Kulit                                                     :  Tugor Baik
o.         Kuku                                                    :  Normal
p.         Ekstrimitas                                           :  Normal
q.         Genetalia                                              :  Normal
r.          Anus                                                     :  Normal

X.        Pemeriksaan                                                  
a.         Laboraturium                                      :  Hb : 10,9, Leu : 9.700,                Tr : 369.000, Ht : 36%, Bleeding3’ Clotting5’.30”
            b.         Pemeriksaan Toraks gambaran         :  HHD















F.          Proses Keperawatan yang Dilakukan Terhadap Kasus
1.      Pengkajian
           
a. Data fokus
DS
DO
·        Klien mengeluh tidak bisa BAK
·        Klien mengeluh nyeri pada perut bagian tengah bawah
·        Tidak bisa tidur
·        Klien tampak kesakitan
·        Tidak terkontol gerakannya
·        Terlihat cemas
·        Td : 150/100 mmHg, N : 88x/m
Rr : 20x/m, Su : 36ºC
·         Skala nyeri :6


b. Analisa data
No.
Symptom
Problem
Etiologi
1.
Ds :
·        Klien mengeluh tidak bisa BAK
·        Klien mengeluh nyeri pada perut bagian tengah bawah
Do :
·        Klien tampak kesakitan
·        Td : 150/100 mmHg, N : 88x/m, Rr : 20x/m, Su : 36ºC
·        Skala nyeri :6






Gangguan rasa nyaman (nyeri akut )






Post op hernia
2.
Ds :
·        Klien merasa gelisah
·        Klien tidak bisa tidur
Do :
·        Klien tampak tidak terkontrol gerakannya
·        Klien terlihat cemas






Resiko cedera





Perubahan mobilisasi



2.        Diagnosa keperawatan
a.    Gangguan rasa nyaman (nyeri akut) berhubungan dengan post op hernia, ditandai dengan klien mengeluh tidak bisa BAK, nyeri pada bagian perut tengah bawah, tampak kesakitan, tampak kesakitan, Td : 150/100 mmHg, N : 88x/m, Rr : 20x/m, Su : 36ºC,  skala nyeri :6 .
b.   Resiko cedera berhubungan dengan perubahan mobilisasi ditandai dengan klien merasa gelisah, tidak bisa tidur, tampak tidak terkontrol gerakannya, dan terlihat cemas.

3.        Perencanaan
No
Hari / Tgl
No.DX Kep.
Perencanaan
Tujuan & Kriteria hasil
Intervensi
Rasionalisasi
1.
Senin, 25 April 2011
1
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan kepada pasien selama 2x24 jam, diharapkan gangguan rasa nyaman nyeri dapat diatasi.
Kriteria Hasil :
·   Klien bisa BAK
·   Klien  tidak nyeri pada perut bagian tengah bawah
·   Klien tampak kesakitan
·   Td : 150/100
mmHg, N : 88x/m, Rr : 20x/m,
Su : 36ºC
·   Skala nyeri : 0
Mandiri :
-     Kaji TTV

-     Kaji skala nyeri


-     Anjurkan posisi semi fowler


-     Batasi aktivitas



-     Teknik relaksasi


Kolaborasi :
        Berikan obat  analgetik

     Untuk mengetahui kondisi tubuh
     Membantu   menentukan pilihan intervensi dan terapi
     Tirah baring dalam posisi yang aman untuk menurunkan spasme otot
     Menurunkan gaya gravitasi dan gerak yang menghilangkan spasme otot
     Memfokuskan perhatian dan menurunkan tegang otot

     Untuk menghilangkan nyeri sedang
 2
Senin, 25 april 2011
2
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan kepada pasien selama 2x24 jam, diharapkan resiko cedera tidak terjadi.
Kriteria Hasil :
·        Klien tidak gelisah
·        Klien bisa tidur
·        Klien terkontrol gerakannya
·        Klien tenang
Mandiri :
-     Kaji tingkat ansietas pasien


-     Jaga tempat tidur
-     Kaji resiko klien untuk jatuh
-     Observasi klien teratur

Kolaborasi :
-     Beri obat penenang,

      Untuk bantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan keterampilan
      Agar tidak terjatuh dan terjadi cedera
      Untuk identifikasi klien pertahanan tubuh
      Untuk tahu kondisi terjaga



      Untuk menenangkan dan tidur









4.        Pelaksanaan dan Evaluasi
                 Hari Pertama
No
Hari/ Tgl
Pukul
No. DX Kep.
Impelementasi
Evaluasi
Paraf
1.
Senin,
25-04-2011

11.00


11.30

13.30




15.00






16.30

1
Mandiri :
-     Mengkaji TTV, hasil : Td : 140/90, N: 84 x/m, R : 20x/m, S: 360C
-     Mengkaji skala nyeri : hasil : Skala 3
-     Menganjurkan posisi semi fowler, hasil : penurunan otot diagframa sehingga nyeri berkurang dan nyaman.
-     Membatasi aktivitas, hasil : spasme otot menurun
-     Melatih teknik relaksasi, hasil: tegang otot menurun, dan tenang

Kolaborasi :
-     Memberikan obat analgetik, hasil : nyeri berkurang, dan nyaman

S : - Klien sudah mulai bisa BAK lebih sering
      - Nyeri masih terasa pada bagian perut
O : - Sakit Berkurang
      - TTV normal
A :   Teratasi sebagian
P :   Lanjutkan
     - Kaji TTV
     - Kaji skala nyeri
     - Anjurkan posisi semi fowler
     - Teknik relaksasi
      - Beri obat analgetik


2.
Senin, 25-04-2011

14.00


19.00

19.00




19.00





20.00


2
Mandiri :
-     Mengkaji tingkat ansietas pasien, hasil : masih cemas, gelisah
-     Menjaga tempat tidur, hasil : pasien terkontrol aman.
-     Mengkaji resiko klien untuk jatuh, hasil : pertahanan tubuh dari cedera, aman namun beresiko karena gelisah
-     Mengobservasi klien teratur, hasil : klien terpantau dengan keadaan yang gelisah

Kolaborasi :
-     Memberi obat penenang, hasil : pasien tenang, tidur

S : - Klien masih gelisah
      - Sudah mulai bisa tidur
O : - Mulai terkontrol gerakannya
      - Masih cemas
A :   Teratasi sebagian
P :   Lanjutkan
     - Kaji tingkat ansietas
     - Jaga tempat tidur
     - Kaji resiko klien untuk jatuh 
     - Observasi klien teratur
     - Beri obat penenang


                                                                                                    














Hari Kedua
No
Hari/ Tgl
Pukul
No. Dx Kep
Impelementasi
Evaluasi
Paraf
1.
Selasa, 26-04-2011

05.00





07.00


05.30

1
Mandiri :
-     Mengkaji TTV, hasil : Td : 120/80, N: 80 x/m, R : 20x/m, S: 360C
-     Mengkaji skala nyeri : hasil : Skala 0
-     Menganjurkan posisi semifowler, hasil : penurunan otot, diagframa sehingga nyeri berkurang dan nyaman.
-     Melatih teknik relaksasi, hasil : tenang dan rileks
Kolaborasi :
-     Memberikan obat analgetik, hasil : nyeri berkurang, nyaman

S : - Klien bisa BAK normal
      - Tidak nyeri dan nyaman
O : - Tidak sakit
      - TTV normal
A :   Masalah Teratasi
P :   - (hentikan)


2.

Selasa, 26-04-2011

06.00

08.00

09.00


09.30



10.00

2
Mandiri :
-     Mengkaji tingkat ansietas, hasil : cemas, tidak gelisah
-     Menjaga tempat tidur, hasil : pasien aman.
-     Mengkaji resiko klien untuk jatuh, hasil : klien tenang dan pertahanan tubuh baik
-     Mengobservasi klien teratur, hasil : pasien terpantau dengan keadaan yang sudah normal
Kolaborasi :
-     Memberi obat penenang, hasil : tenang, tidur

S : - Klien tidak gelisah / tenang
      -Sudah bisa tidur
O : - Gerakan terkontrol
      - Tidak cemas
A :   Masalah teratasi
P :   - (hentikan)



BAB III
       PENUTUP
                                     
A.   Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah diuraikan pada makalah ini, kami menyimpulkan bahwa dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman yaitu terbebas dari cidera fisik dan mental. Selain itu, harus memperhatikan keadaan lingkungan yang aman seperti baiknya udara atau oksigenisasi,sanitasi,terbebasnya dari polusi dan lain-lain.
Dalam teori dengan kasus terkadang banyak kesamaan itu wajar dan terkadang pula ada ketidaksamaan, sehingga dapat dibandingkan yaitu pada teori terdapat diagnosa resiko cedera ternyata di kasus ada itu sinkron. Tetapi pada diagnosa lainnya terdapat pada teori, yaitu diagnosa resiko keracunan sedangkan dalam kasus tidak ada karena tidak berhubungan atau kontak langsung dengan zat-zat kmia, namun kasus ini berhubungan dengan pergerakan / mobilitas. Kemudian ada pula diagnosa dalam teori yaitu resiko asfiksia, tentu saja dalam kasus tidak ada karena tidak berhubungan dengan kemampuan motorik dan usia bayi namun kasus ini terjadi pada lansia begitu pula dengan diagnosa lain tidak berhubungan, karena pada kasus ini terjadi perubahan atau berhubungan dengan mobilitas.
Serta dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan terhadap pasien yang mengalami gangguan rasa aman perlu hati-hati, karena sebagian besar akibat keamanan yaitu dari terjadinya gangguan rasa aman itu sendiri. Baik dari individunya sendiri, lingkungan sekitar. Sebagai perawat perlu semaksimal mungkin melakukan tindakan keperawatan tersebut untuk mencapai tujuan yaitu membuat pasien terbebas dan sembuh serta terpenuhinya kebutuhan dasar manusia.


B. Saran
Dengan telah membacanya makalah ini, mahasiswa/I diharapkan dapat mengerti, mengetahui tentang ASKEP (Asuhan Keperawatan) dengan pemenuhan kebutuhan rasa aman, serta tindakan-tindakan yang akan diambil dalam membuat ASKEP yang bermutu dan bermanfaat bagi pasien. Serta dituntut untuk bisa membandingkan antara teori dan kasus yang terjadi di lapangan / lahan praktek yang terkadang ketidaksinkronan dan kesinkronan yang wajar. Semoga bermanfaat bagi semua mahasiswa dan membantu dalam pembuatan ASKEP kelak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar